Deposito, ORI atau Sukuk? Manakah yang terbaik?

Wahana Investasi manakah yang paling terkenal? Well, barangkali produk Investasi yang paling terkenal adalah tabungan dan deposito. Tidak heran, sebab kedua produk ini umumnya tersedia di setiap bank. Sayangnya, tabungan kurang cocok menjadi wahana investasi, hal ini dikarenakan imbal hasilnya yang mungil, biasanya dipatok sebesar 2.5-2.75% per tahun. Bandingkan dengan bunga deposito yang seringkali menjadi wahana untuk mengembangbiakkan dana. Wajar saja, sebab deposito menawarkan suku bunga yang lebih tinggi, untuk saat ini berkisar sekitar 5% hingga 5.5% per tahun. Namun, bagaimana dengan surat berharga? Sebenarnya surat berharga seperti ORI dan Sukuk Ritel sudah cukup lama beredar di Indonesia, namun sayangnya popularitasnya dibandingkan dengan tabungan dan deposito masih kalah jauh. Padahal keuntungan yang bisa diperoleh lebih menarik ketimbang kedua produk perbankan itu. Nah, apa saja sih plus dan minus surat berharga dibanding deposito? Mari kita kupas tuntas dibawah ini :)

Deposito

Bunga deposito biasanya lebih tinggi dari bunga tabungan sebab Deposito memiliki jangka waktu penempatan (1,3,6, atau 12 bulan) dimana dananya akan diblokir. Apabila dana tersebut ingin dicairkan oleh deposan (istilah untuk orang yang mendepositokan uangnya ke bank) sebelum tenggat waktunya maka deposan tersebut akan dikenakan penalty oleh pihak bank. Deposito dapat dikatakan sebagai investasi yang aman karena dijamin oleh bank dan lembaga penjamin simpanan (LPS). Maksudnya jika sewaktu-waktu bank collaps dan tidak dapat mengganti uang deposito Anda maka LPS akan bertindak sebagai penjamin dan mengganti dana daripada deposito Anda. Itupun dengan syarat bahwa nominal Deposito Anda maksimal Rp.2 Milyar rupiah dan Bunga yang Anda terima sesuai dengan batas maksimal dari LPS. Tujuannya supaya para deposan merasa aman jikalau terjadi apa-apa dengan bank tempatnya menaruh deposito.

Analisa_Investasi_Deposito

Ilustrasi Deposito Bank BRI pada tahun 2008

Obligasi Ritel (ORI)

Obligasi ritel yang biasa disingkat ORI adalah surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah untuk para investor ritel. Jika sebelumnya obligasi hanya dapat dibeli oleh perusahaan maka sejak adanya ORI ini maka investasi di obligasi pemerintah dapat menjadi alternatif investasi yang cukup menarik. Jika deposito menggunakan istilah bunga, maka ORI menggunakan istilah kupon sebagai pengganti istilah bunga. Besarnya kupon ini bervariasi tergantung dari seri ORI yang Anda miliki dan kuponnya akan dikirimkan rutin setiap bulannya sesuai dengan tanggal yang tertera pada ORI. Biasanya semakin panjang tenor ORI tersebut maka kuponnya akan semakin besar. Siapapun WNI dapat membeli ORI di agen terdekat yang biasanya berupa bank atau sekuritas. ORI memiliki sejumlah perbedaan dengan deposito, seperti nominal penempatan dana yang mulai dari nominal Rp.5 juta hingga Rp. 3 Milyar, tenor yang lebih panjang dari 3-5 tahun dan pajak penghasilan yang lebih kecil yaitu sebesar 15% ketimbang  pajak penghasilan deposito yang sebesar 20%. Apabila Anda memegang ORI hingga jatuh tempo maka Anda akan menerima kembali dana Anda pada saat jatuh tempo sesuai nominal penempatannya. Namun jika Anda terpaksa membutuhkan dana, maka ORI ini dapat dijual kembali ke bank atau sekuritas dimana Anda membelinya. Hanya saja ada resiko penurunan harga apabila kupon ORI Anda lebih kecil dari suku bunga Bank Indonesia (SBI) ataupun sebaliknya harganya dapat melambung tinggi apabila kupon ORI Anda lebih tinggi daripada SBI.

Analisa_Investasi_ORI

Ilustrasi ORI 005 pada harian kontan tanggal 16 Agustus 2008

Sukuk Ritel (SR)

Para Investor Ritel boleh bersiap-siap, pasalnya mulai dari tanggal 08 – 22 Februari 2013 ini pemerintah menerbitkan Sukuk Ritel 005 atau SR005. Sukuk ritel memiliki banyak kesamaan dengan ORI, yaitu sama-sama memiliki nominal mulai dari Rp. 5 juta hingga Rp.3 Milyar, dipotong pajak penghasilan sebesar 15%, memiliki tenor 3-5 tahun, dan dijamin oleh pemerintah. Bedanya, jika ORI menggunakan istilah Kupon maka sukuk ritel menggunakan istilah imbal hasil untuk menjelaskan kupon yang akan Anda terima.  Hal ini karena penerbitan sukuk menggunakan prinsip syariah Islam. Selain itu, jika ORI hanya bermodalkan kepercayaan bahwa pemerintah akan membayar Anda sebesar bunga dan nominal ORI yang Anda beli, maka untuk menerbitkan sukuk pemerintah harus menyediakan underlying asset (agunan) sebagai jaminan atas surat berharga sukuk ini. Berdasarkan pengalaman, biasanya imbal hasil sukuk ritel akan lebih tinggi ketimbang ORI sekalipun, hal ini dikarenakan sukuk masih dianggap barang baru dan kurang likuid ketimbang ORI.

Analisa_Investasi_Sukuk_Ritel

Ilustrasi pada saat penawaran perdana Sukuk Ritel 001

Jadi, pilih yang mana?

Bagi Anda yang senang dengan fleksibilitas dan ingin berinvestasi dalam jangka pendek, barangkali deposito dapat menjadi wahana investasi yang cocok, pasalnya produknya mudah dijumpai dan waktu penempatannya juga bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan.

Tabel_Analisa_Investasi

Tabel Perbandingan Deposito VS ORI VS Sukuk

Namun, bagi Anda yang selain memiliki dana berlebih juga berencana berinvestasi dalam jangka menengah (3-5 tahun) maka baik ORI maupun Sukuk ritel dapat dijadikan alternatif investasi yang lebih menarik, sebab kupon/imbal hasilnya lebih tinggi ketimbang deposito ditambah dengan potongan pajaknya yang lebih rendah. Jika sewaktu-waktu memerlukan dana, Anda juga dapat menjualnya kembali di pasar sekunder (melalui bank tempat Anda membelinya). Terakhir, bagi Anda yang mencari produk berbasis syariah maka sukuk ritel dapat menjadi wahana yang paling pas. Selain imbal hasilnya umumnya yang tertinggi dibandingkan Deposito dan ORI, prinsip investasinya juga menggunakan syariah Islam sehingga berinvestasi kian nyaman di hati. :)

Jadi, bagaimana cara menghitungnya?

Seperti biasa untuk mempermudah pemahaman kami sudah siapkan simulasi Deposito VS Sukuk Ritel. Lho kok ORI tidak diikutsertakan? Simpel saja, karena saat ini belum ada produk ORI terbaru. Untuk keperluan simulasi ini kami menggunakan bunga tertinggi yang dijamin oleh LPS yaitu sebesar 5.50% dan imbal hasil dari Sukuk Ritel 005 sebesar 6.00%.

Analisa_Investasi_Deposito_VS_Sukuk

Simulasi Investasi Deposito VS Sukuk Ritel 005

Dari simulasi diatas dapat kita lihat bahwa surat berharga seperti Sukuk Ritel lebih menguntungkan, hal ini dikarenakan imbal hasilnya yang lebih tinggi dan pajak yang dikenakan juga lebih rendah ketimbang deposito. Pada simulasi diatas jika Johny menjatuhkan pilihan pada SR005 maka dapat dipastikan Johny bisa menikmati tambahan passive income sebesar Rp.425.000 per bulan. Lumayan kan? :D

Bagaimana dengan Anda?

Apakah Anda memiliki pengalaman investasi pada Deposito atau surat berharga ? Apa kriteria yang penting bagi Anda dalam menentukan investasi yang seusai dengan kebutuhan Anda? Kami nantikan komentar dan pengalaman Anda disini.

Salam Analisa Investasi,

Inallius MaximuS

About Me

Selamat Datang di Analisa Investasi!
Hi , perkenalkan nama saya Inallius Maximus, penulis dan pendiri situs AnalisaInvestasi.com.

Di AnalisaInvestasi.com tujuan kami hanya satu, yaitu ikut mencerdaskan bangsa dengan pengetahuan seputar dunia investasi dengan cara yang mudah dan menyenangkan.


Untuk itu pada situs ini kami akan kupas tuntas analisa investasi independen kami mulai dari investasi pada properti, mobil, emas, surat berharga hingga saham !

Contact Me
Badgev2.0

Email me Inalliusmaximus[at]analisainvestasi.com

Follow Me
Archive
Article Calendar
February 2013
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728  
Copyright

© 2012 by Inallius MaximuS.

You're welcome to link to this site or use a single image and brief description to link back to any post. Republishing posts in their entirety is prohibited without permission.